PANDUAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR


Bahan ajar mutlak dibutuhkan dalam pembelajaran. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar telah tersedia, namun belum merupakan dokumen operasional. untuk dapat mengajar sesuai SK-KD guru dituntut mengembangkan bahan ajar sendiri.

Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas   pada tahun 2008 telah melakukan  Penyusunan Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Penyusunan ini bertujuan :

1.    Menjelaskan pentingnya bahan ajar dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SMA.

2.    Menjelaskan konsep dasar bahan ajar.

3.    Mengemukakan berbagai jenis bahan ajar.

4.    Menjelaskan langkah-langkah penyusunan bahan ajar.

Secara ringkas panduan dimaksud memuat uraian seputar :

1.Pentingnya bahan ajar dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah menengah atas.

2.    Berbagai jenis bahan ajar cetak yang dapat dikembangkan.

3.    Langkah-langkah pengembangan bahan ajar.

Konsep bahan ajar dalam koridor ini  adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar ini dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Dalam website Dikmenjur dikemukakan pengertian bahwa, bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Dengan demikian maka melalui ketersediaan bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau KD secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.

Terdapat sejumlah alasan, mengapa guru perlu untuk mengembangkan bahan ajar, yakni antara lain Karena  ketersediaan bahan ajar adalah tuntutan kurikulum.

Pengembangan bahan ajar oleh guru cenderung memiliki tingkat kesesuaian dengan karakteristik sasaran (peserta didik) yang lebih memadai, karena pada umumnya mempertimbangkan  lingkungan sosial, budaya, dan geografis, tahapan perkembangan siswa, kemampuan awal yang telah dikuasai, minat, latar belakang keluarga dll.

Pengembangan bahan ajar oleh guru diharapkan dapat  menjawab atau memecahkan masalah ataupun kesulitan dalam belajar, bukan sebaliknya. Apabila materi pembelajaran yang akan disampaikan bersifat abstrak, maka bahan ajar harus mampu membantu siswa menggambarkan sesuatu yang abstrak gersebut, misalnya dengan penggunaan gambar, foto, bagan, skema, dll.

Pengembangan bahan ajar hendaklah memperhatikan prinsisp-prinsip pembelajaran. Di antara prinsip pembelajaran tersebut adalah:

  1. Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak,
  2. Pengulangan akan memperkuat pemahaman
  3. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman siswa
  4. Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar
  5. Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu.
  6. Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong siswa untuk terus mencapai tujuan.

Seorang guru dalam pengembangan bahan ajar harus memahami prinsip tersebut dengan menyadari bahwa :

  1. Pengembangan bahan ajar hendaknya berorientasi bahwa siswa akan lebih mudah memahami suatu konsep  apabila penjelasan dimulai dari yang mudah atau kongkret, yang nyata ada di lingkungannya.
  2. Pengulangan sangat diperlukan agar siswa lebih memahami suatu konsep. Namun pengulangan dalam penulisan bahan belajar harus  tepat dan bervariasi sehingga tidak membosankan.

  3. Respond yang diberikan oleh guru terhadap siswa akan menjadi penguatan pada diri siswa, maka  jangan lupa berikan umpan balik yang positif terhadap hasil kerja siswa.

  4. Pembelajaran adalah suatu proses yang bertahap dan berkelanjutan maka perlu dibuatkan tujuan-tujuan antara. Dalam bahan ajar, tujuan-tujuan antara tersebut dirumuskan dalam bentuk indikator-indikator kompetensi.

  5. Seorang siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan lebih berhasil dalam belajar. Untuk itu,  salah satu tugas guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah memberikan dorongan (motivasi) agar siswa mau belajar.

  6. Didalam proses pembelajaran, guru ibarat pemandu perjalanan, akan memberitahukan kota tujuan akhir yang ingin dicapai, bagaimana cara mencapainya, kota-kota apa saja yang akan dilewati, dan memberitahukan pula sudah sampai di mana dan berapa jauh lagi perjalanan. Dengan demikian, semua peserta dapat mencapai kota tujuan dengan selamat dengan kecepatannya sendiri, namun mereka semua akan sampai kepada tujuan meskipun dengan waktu yang berbeda-beda. Inilah sebagian dari prinsip belajar tuntas.

Untuk mendapatkan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik, diperlukan analisis terhadap SK-KD, analisis sumber belajar, dan penentuan jenis serta judul bahan ajar.

Analisis dimaksud dapat dipahami sebagai berikut:

1.   Analisis SK-KD

Analisis SK-KD dilakukan untuk menentukan kompetensi-kompetensi mana yang memerlukan bahan ajar. Dari hasil analisis ini akan dapat diketahui berapa banyak bahan ajar yang harus disiapkan dalam satu semester tertentu dan jenis bahan ajar mana yang dipilih.

2. Analisis Sumber Belajar

Sumber belajar yang akan digunakan sebagai bahan penyusunan bahan ajar perlu dilakukan analisis.  Analisis dilakukan terhadap ketersediaan, kesesuaian, dan kemudahan dalam memanfaatkannya.  Caranya adalah menginventarisasi ketersediaan sumber belajar yang dikaitkan dengan kebutuhan.

                        3. Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar

Pemilihan dan penentuan bahan ajar dimaksudkan untuk memenuhi salah satu kriteria bahwa bahan ajar harus menarik, dapat membantu siswa untuk mencapai kompetensi. Sehingga bahan ajar dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kecocokan dengan KD yang akan diraih oleh peserta didik.  Jenis dan bentuk bahan ajar ditetapkan atas dasar analisis kurikulum dan analisis sumber bahan sebelumnya.

Dalam penyusunan bahan ajar terdapat perbedaan dalam strukturnya antara bahan ajar yang satu dengan bahan ajar yang lain.   Guna mengetahui perbedaan-perbedaan dimaksud dapat dilihat pada matrik berikut ini:

 Bahan Ajar Cetak (Printed)

No.

Komponen

Ht

Bu

Ml

LKS

Bro

Lf

Wch

F/Gb

Mo/M

1.

Judul

2.

Petunjuk belajar

3.

KD/MP

**

**

**

4.

Informasi pendukung

**

**

**

5.

Latihan

6.

Tugas/langkah kerja

**

**

7.

Penilaian

**

**

**

Ht: handout, Bu:Buku, Ml:Modul, LKS:Lembar Kegiatan Siswa, Bro:Brosur, Lf:Leaflet, Wch:Wallchart, F/Gb:Foto/ Gambar, Mo/M: Model/Maket

Evaluasi dan Revisi

Setelah selesai menulis bahan ajar, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah evaluasi terhadap bahan ajar tersebut. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah bahan ajar telah baik ataukah masih ada hal yang perlu diperbaiki. Teknik evaluasi bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya evaluasi teman sejawat ataupun uji coba kepada siswa secara terbatas. Respondenpun bisa anda tentukan apakah secara bertahap mulai dari one to one, group, ataupun class.

Komponen evaluasi mencakup kelayakan isi, kebahasaan, sajian, dan kegrafikan.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, selanjutnya guru dapat melakukan revisi atau perbaikan terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Setelah itu, bahan ajar siap untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

Menyadari betapa pentingnya proses evaluasi berikut Contoh Format Instrumen Evaluasi Formatif Bahan Ajar

 

INSTRUMEN EVALUASI FORMATIF

Judul Bahan Ajar        : ………..
Mata Pelajaran           : ………..
Penulis                       : ………..
Evaluator                    : ………..
Tanggal                     : ………..

Petunjuk pengisian

Berilah tanda check (v) pada kolom yang paling sesuai dengan penilaian Anda.

  • 1 = sangat tidak baik/sesuai
    2 = kurang sesuai
    3 = cukup
    4 = baik
    5 = sangat baik/sesuai

No

Komponen

1

2

3

4

5

 

KELAYAKAN ISI

 

 

 

 

 

1

Kesesuaian dengan SK, KD

 

 

 

 

 

2

Kesesuaian dengan kebutuhan siswa

 

 

 

 

 

3

Kesesuaian dengan kebutuhan bahan ajar

 

 

 

 

 

4

Kebenaran substansi materi

 

 

 

 

 

5

Manfaat untuk penambahan wawasan pengetahuan

 

 

 

 

 

6

Kesesuaian dengan nilai-nilai, moralitas, sosial

 

 

 

 

 

 

KEBAHASAAN

 

 

 

 

 

7

Keterbacaan

 

 

 

 

 

8

Kejelasan informasi

 

 

 

 

 

9

Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

10

Penggunaan bahasa secara efektif dan efisien

 

 

 

 

 

 

SAJIAN

 

 

 

 

 

11

Kejelasan tujuan

 

 

 

 

 

12

Urutan penyajian

 

 

 

 

 

13

Pemberian motivasi

 

 

 

 

 

14

Interaktivitas (stimulus dan respond)

 

 

 

 

 

15

Kelengkapan informasi

 

 

 

 

 

 

KEGRAFISAN

 

 

 

 

 

16

Penggunaan font (jenis dan ukuran)

 

 

 

 

 

17

Lay out, tata letak

 

 

 

 

 

18

Ilustrasi, grafis, gambar, foto

 

 

 

 

 

19

Desain tampilan

 

 

 

 

 

Komentar/saran evaluator:

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, selanjutnya  dapat dilakukan revisi atau perbaikan terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Setelah itu, bahan ajar siap untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

  1. Melalui pengembangan bahan ajar guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran.
  2. Melalui pengembangan bahan ajar siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar.
  3. Bahan ajar sebagai alat bantu Kepala sekolah dalam kegiatannya sehari-hari khususnya dalam melakukan promosi ataupun presentasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan sekolah.
  4. Bagi guru buku ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai rujukan dalam mengembangkan bahan ajar. 

Pengembangan bahan ajar merupakan tanggung jawab guru sebagai pengajar . 

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s