PP NOMOR 80 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN


Salah satu tugas Polisi Lalu Lintas  ( Pollantas)  adalah mengayomi dan membantu masyarakat dengan memberikan  kenyamanan pengendara di jalan.  Guna menciptakan suasana dan melindungi sesama pengendara, Polisi mengadakan pemeriksaan kendaraan di jalan-jalan. Tujuan aslinya  membimbing masyarakat agar dalam mengendarai kendaraan bermotor dalam kondisi lengkap sesuai peraturan yang berlaku. Tindakan prefentif ini idealnya diawali dengan persuasipnya. Apabila polisi mendapati pengendara yang membahayakan pengendara lain baik perilaku maupun kelengkapannya maka Polisi akan memberikan informasi bahwa hal tersebut tidak pada tempatnya, dan memberitahu kelengkapan yang harus dilengkapi.

Akan tetapi dalam kesehariannya kadang keadaan tidak seperti yang diharapkan. Banyak pengendara yang belum memiliki pengetahuan bagaimana berkendara yang sesuai aturan.  Ditambah lagi hampir sebagian besar pengendara tidak mengetahui dengan benar kelengkapan kendaraan  yang harus dilengkapi. Hanya berbekal semangat berkendara masyarakat melintas di jalan raya. Ada kecenderungan masyarakat berupaya menghindar manakala berpapasan dengan Polisi

Sementara ada sebagian polisi tidak lagi menempatkan sebagai pengayom, apalagi membantu masyarakat melengkapi kendaraannya. Ada yang memanfaatkan untuk kepentingan penindakan. Dengan leluasa memanfaatkan situasi, karena memang masyarakat banyak yang tak paham hukum yang berlaku.

Oleh karena itu guna menghindari kesalah pahaman antara masyarakat pengendara dengan pihak polisis, selengkapnya silahkan  KLIK : PP_no_80_th_2012 tt TATA CARA PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN

2 Komentar

2 thoughts on “PP NOMOR 80 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN

  1. Prolognya aneh sekali, disebutkan hampir sebagian besar pengendara “tidak mengetahui” dgn benar kelengkapan kendaraan yg harus dilengkapi. Hanya berbekal semangat berkendara masyarakat melintas di jalan raya. Ada kecenderungan masyarakat berupaya “menghindar” manakala berpapasan dgn Polisi.
    Harusnya kalau “tdk mengetahui” mengapa harus “menghindar” bila berpapasan dgn polisi? Kalau menghindar ya berarti sdh tau kalau salah dong, ngapain ga salah koq menghindar, masa ga tau klo naik motor harus pakai HELM, masa ga tau kalau naik motor harus bawa SIM, masa ga tau klo naik motor harus bawa STNK, ini namanya pembodohan dari penulis kepada Masyarakat, masyarakat Indonesia ini terlalu Manja, kalau ada insiden antara motor dgn mobil, walaupun yg salah motornya (hampir selalu) maka yg harus mengganti adalah pengemudi mobilnya, karena pemilik mobil dianggap “lebih punya”. Padahal Hukum seharusnya hanya Benar atau Salah, aneh sekali perlakuan yg diminta Pengendara Motor, mereka merendahkan diri sendiri sebagai pengendara motor “Kere” yg minta belas kasihan dari pemilik mobil yg “Kaya”, sama sekali tidak punya harga diri & sikap gentlemen, pdhl banyak pemgendara motor dinegara ini yg asal bisa ngegas aja, ga ngerti haluan, suka ngelanggar tapi tidak tau diri merasa benar bila ditangkap, yg dibenci polisinya, Kapan Hukum di Indonesia benar² bisa ditegakkan?

    • Terima kasih koreksinya…
      Ya fakta di jalan… seperti komentar Bapak… Memang ada sebagian Pengendara sepeda motor yang cenderung merasa lebih dilindungi dari kesalahan kalau terjadi insiden motor vs mobil. Saya juga mengalami sendiri hampir 19 tahun lebih hidup di jalan raya setiap terjadi insiden saya selalu dikalahkan… padahal jelas-jelas sepeda motornya yang salah.
      JSemoga tulisan ini bisa terbaca oleh Pak Polisi yang mengatur lalulintas di jalan raya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s